Perubahan Iklim Buat Eksodus Spesies Laut dari Khatulistiwa ke Kutub

SariAgri - Perairan yang memanas telah mendorong ribuan spesies laut berpindah dari wilayah khatulistiwa ke kutub. Kondisi ini dikhawatirkan mengancam ekosistem laut dan stok ikan komersial di daerah tropis, termasuk Indonesia.
"Indonesia dan negara-negara lain di dekat ekuator, seperti Afrika Barat, paling merugi karena stok mereka bisa berkurang, sebab tidak ada spesies baru yang menggantikan spesies yang pergi," kata Mark Costello, seorang profesor biologi kelautan di Universitas Auckland, seperti dikutip phys.org dari AFP.
Kementerian Kelautan Dan Perikanan
Kondisi ini akan mengganggu mata pencaharian orang-orang yang bergantung pada hasil laut. Di seluruh dunia, sekitar 1,3 miliar orang tinggal di daerah pesisir tropis, banyak diantaranya bergantung pada perikanan untuk makanan.
Sebuah artikel di Nature memperkirakan bahwa potensi tangkapan maksimum dari stok ikan tropis di zona ekonomi eksklusif — 200 mil laut (370 kilometer) dari pantai — akan menurun 40 persen pada pertengahan abad jika pemanasan global terus berlanjut.
Di sebagian besar negara kepulauan Pasifik, tangkapan gabungan cakalang dan tuna sirip kuning merupakan primadona ekspor, akan turun hingga 40 persen. Sedangkan ikan terumbu karang yang dikonsumsi secara lokal bahkan bisa menurun lebih banyak lagi.
Eksodus Makin Cepat
Para peneliti mengatakan perbandingan data hampir 50.000 spesies selama periode 20 tahun (1995-2015) mengungkapkan bahwa eksodus dari perairan tropis semakin cepat.
Ilmuwan memperingatkan, keanekaragaman spesies di daerah tropis yang telah lama menyimpan proporsi kehidupan laut yang sangat besar dapat hilang, jika perubahan iklim tidak diredam.
"Pemanasan global telah mengubah kehidupan di lautan setidaknya selama 60 tahun," kata Mark Costello.
"Temuan kami menunjukkan penurunan sekitar 1.500 spesies di ekuator. Ini akan berlanjut sepanjang abad, tetapi kecepatannya akan bergantung pada bagaimana kita mengurangi — atau tidak — emisi gas rumah kaca," tambahnya
Migrasi kutub lebih terlihat di utara ekuator, tempat lautan menghangat lebih cepat daripada di belahan bumi selatan. Umumnya, eksodus lebih banyak terjadi pada spesies ikan air terbuka daripada spesies bentik yang hidup di dasar laut. Spesies yang hidup di laut lepas dapat bergerak bersama massa air.
“Spesies bentik hanya dapat bergerak selama tahap kehidupan terapung mereka, dan dengan demikian pergeseran mereka (kutub) terjadi antar generasi,” jelas Costello.
Menurut studi para peneliti, kehidupan laut di perairan tropis menurun ketika suhu laut tahunan naik rata-rata di atas 20 hingga 25 derajat celcius, tergantung pada spesiesnya.