Akuakultur di Teluk Arab Dikhawatirkan Ancam Ekosistem Terumbu Karang

SariAgri - Rencana pemerintah Iran untuk memperluas budi daya keramba di Teluk Persia untuk meningkatkan ketahanan pangan, menuai kritikan. Tanpa perlindungan memadai, para peneliti khawatir rencana tersebut justru berpotensi merusak terumbu karang di kawasan itu serta mengancam tegakan mangrove yang besar.
Melansir The Fish Site, Iran saat ini berencana meningkatkan produk ikan laut mereka dari 3.000 ton pada tahun 2018, menjadi 200.000 ton pada 2028 mendatang. Upaya peningkatan produk makanan laut itu disertai rencana pembangunan budi daya jaring terbuka di Teluk Persia, yang juga dikenal dengan Teluk Arab.
Namun, peralihan ke sistem jaring-jaring terbuka di Teluk Persia dinilai para peneliti berisiko membahayakan terumbu karang di kawasan itu, yang mewakili sumber daya perikanan yang signifikan dan memiliki nilai ekonomi cukup besar.
Berita Perikanan
“Teluk ini bukanlah fyord yang dalam, beriklim sedang atau berair dingin, seperti yang dapat ditemukan di Norwegia, Kanada dan Chili. Ini lebih seperti cawan petri besar, di mana seseorang dapat mempelajari efek dari dampak manusia, ”jelas mereka.
Untuk menilai dampak yang mungkin terjadi, para peneliti mengambil nilai tipikal tumpahan nutrisi dari kandang jaring terbuka dan memasukkannya ke dalam model hidrodinamik untuk Teluk. Hasilnya menunjukkan bahwa nilai nutrisi yang cocok untuk pertumbuhan terumbu karang akan terlampaui dalam beberapa bulan.
“Pembentukan tambak ikan, seperti yang diusulkan, berisiko menurunkan kualitas air di daerah tersebut dan merusak terumbu tempat perikanan tradisional bergantung,” tambah mereka.
Dalam studi ini, para peneliti fokus pada penyebaran limbah nitrogen berlebih yang dihasilkan oleh peningkatan aktivitas akuakultur. Melalui analisis sejumlah studi tentang budidaya jaring pena, mereka menggunakan "perkiraan konservatif" bahwa 44 kg nitrogen akan dilepaskan ke air untuk setiap ton ikan yang dihasilkan. Sementara dalam hal ambang nitrogen untuk karang, para peneliti menetapkan maksimum 20 μg / l.
“Kami tidak mengklaim bahwa tingkat setinggi ini akan membunuh semua terumbu di Teluk Persia, meskipun akan sangat sulit untuk menemukan terumbu karang di mana pun di dunia yang tumbuh subur pada tingkat setinggi ini. Ini berarti bahwa, jika kadar N (nitrogen) mencapai atau melebihi nilai ini, terumbu Teluk Persia yang telah mengalami tekanan antropogenik akan sangat terancam punah, ”jelas mereka.
Kementerian Kelautan Dan Perikanan
Jika tingkat nitrogen seperti itu terjadi, pertumbuhan alga mengancam terumbu karang baik di Iran maupun di negara-negara Teluk Persia lainnya dengan potensi dampak geopolitik yang luas.
“Proyek akuakultur yang direncanakan ini berpotensi merusak hutan bakau dan membunuh setiap terumbu di Teluk Persia dalam waktu yang sangat singkat. Ada kemungkinan besar mempengaruhi sumber daya perikanan di negara-negara tetangga situasi yang harus dihindari di wilayah yang bergejolak secara politik,” ungkap para peneliti.
Studi ini telah diterbitkan dalam edisi terbaru Marine Pollution Bulletin dengan judul "Budi daya Keramba di Teluk Persia: Kisah Peringatan Bagi Iran dan Dunia".