Tim Unair Bantu Bangkitkan Sektor Perikanan Sulbar

SariAgri - Pasca terjadinya bencana alam gempa bumi, Tim pengabdian masyarakat (abmas) Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga (FPK Unair) Surabaya diberangkatkan ke Mamuju-Majene, Sulawesi Barat, untuk membantu memulihkan sektor perikanan terdampak.
“Tim relawan ini akan mengadakan pelatihan untuk meningkatkan produk olahan perikanan yang dapat mempercepat proses pemulihan ekonomi masyarakat pesisir yang terdampak bencana alam di daerah Mamuju, Sulawesi Barat,” kata Wakil Dekan III FPK Unair, Sapto Andriyono, selaku Ketua Tim Abmas kepada Jumat (23/4).
Lebih jauh, kata Sapto, tim FPK membawa titipan perlengkapan medis dan obat-obatan dari Fakultas Kedokteran Unair. Termasuk tim membawa bahan produk olahan perikanan seperti nugget.
Berita Perikanan
Saat di lokasi, tim melihat potensi perikanan yang dapat dikembangkan secara cepat dengan didampingi oleh Rumah Sakit Kapal Terapung Ksatria Airlangga (RSTKA).
“Potensi perikanan tersebut nanti dapat dimanfaatkan sebagai wawasan pencegah bencana. Mengingat, perikanan menjadi lebih terkena abrasi laut atau pasang surut air laut,” ujarnya.
Bagi para nelayan dan warga terdampak tim FPK memberikan pelatihan olahan-olahan produk berbasis hasil perikanan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan konsumsi makan ikan utamanya para pengungsi dan khususnya untuk dijual kembali.
“Kegiatan ini tidak berhenti sampai di situ. Kami akan berlanjut untuk melihat potensi-potensi perikanan, khususnya mangrove dan terumbu karang sesuai dengan potensi daerah yang ada,” sebutnya.
Dalam jangka waktu dekat, tim FPK akan memberi pelatihan pengelolaan hutan mangrove dan memanfaatkan mangrove itu sendiri sebagai produk bernilai jual untuk memulihkan ekonomi warga setempat.
“Potensi perikanan di Mamuju sangat besar. Karena itu pemanfaatan dan pengolahan perlu dilakukan oleh masyarakat di sana. Semoga Mamuju bisa segera bangkit dari bencana gempa yang terjadi,” ucapnya.